Ada Apa dengan Onic Esport?

Perjalanan MPL Season 6, sudah akan memasuki babak Play Off, dimana beberapa minggu yang lalu sudah berjalan regular season.

Banyak hal yang mengejutkan di MPL season 6 ini, dimana RRQ, sebagai juara bertahan seperti kehilangan jati dirinya. RRQ sempat beberapa kali menelan kekalahan yang cukup telak, seperti saat melakoni laga dengan BTR Alpha, yang kalah dengan skor penuh 2-0.

Disisi lain, Onic, pada minggu minggu awal, seperti mendapatkan suntikan Dewa Fortuna, dimana berhasil mengalahkan tim-tim besar, seperti mengalahkan juara dunia, Evos Legend dengan poin penuh 2-0. Meskipun, terdapat sedikit drama lag dari tim Evos, dan juga Drafting yang sama persis di Match kedua, tapi Onic dengan gameplay yang mereka pertontonkan, memang patut untuk menjadi pemenang di match tersebut.

Pada MPL Season 6 ini pun, muncul pertandingan yang berjuluk El Classico baru. Yaitu pertemuan antara Onic dengan Alter Ego. Seperti yang diketahui banyak orang, Gacoan onic pindah ke tim sebelah, yakni Alter Ego.

Namun, petaka datang di beberapa week Regular Season 6 MPL ke tim Onic. Onic yang hingga week ke-5 sempat berhasil menempati posisi pertama, harus kalah dengan skor langsung 2-0 dari Alter Ego. Tidak cukup sampai disitu, Genflix Aerowolf juga berhasil membantai Onic dengan skor serupa, 2-0. Dan tim terakhir yang berhasil mengambil pon dari Onic, adalah “Sang Raja” RRQ Hoshi, yang juga dengan poin penuh 2-0. Banyak pertanyaan bermunculan. Ada apa dengan Onic? Padahal di awal-awal regular week terlihat baik-baik saja, kenapa sekarang terjadi hal ini?

Baca juga: Peserta MPL Mulai Membosankan?

Spekulasi di dunia maya baik netizen dan dari beberapa pro player, bahkan player onic sendiri mulai bermunculan. Seperti dikemukakan oleh mantan pemain Evos Legends, “Luminaire” sesaat setelah pertandingan Onic VS Alter Ego di MPL Week ke 6 kemarin. Dia menjelaskan bahwa, perbedaan mendasar dari Alter Ego dan Onic adalah dari segi Chemistry diantara para pemainnya. Alter Ego, memanfaatkan komunikasi dan kekompakan tim, untuk dapat menumbangkan musuhnya.

Sedangkan, Onic mengandalkan dari teknik mekanikal masing-masing player, namun tanpa dibarengi dengan chemistry dan komunikasi yang baik. Sehingga menimbulkan ketidak-efektifan serangan, dan kalah pada saat melakukan war.

Sumber gambar: MPL ID

Tidak hanya dari sisi Luminaire saja, dari pemain Onic sendiri juga buka suara terkait kondisi timnya akhir-akhir ini. Seperti yang dikemukakan oleh Antimage, bahwa tim Onic sendiri, kurang “Bounding”, untuk menyatukan Chemistry mereka. Sehingga, pada saat melakoni laga MPL terdapat banyak miss komunikasi. Dia menjelaskan, bahwa tim mereka seakan akan terdapat masalah, ketika Support dan Tank nya maju, Core tidak ikut maju atau ditinggal di depan, ataupun sebaliknya.

Di sisi lain, banyak yang berspekulasi bahwa tim Onic sendiri sudah di ambang kehancuran chemistry, saling menyalahkan satu sama lain. Yang tentunya menyebabkan rusaknya gameplay mereka, tidak seperti saat awal awal regular season.

Well, kita tidak tahu sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi disana. Onic sendiri masih berada di posisi aman untuk lolos ke babak Play Off. Mengingat, peringkat mereka masih di posisi 3 klasemen. Terpaut 1 angka dari juara bertahan, RRQ Hoshi. Bagi kalian pendukung tim ONIC di MPL Season 6, berdoa saja semoga tim kesayangan kalian semoga kembali pulih, dan dapat menunjukkan performa terbaik mereka.

Suka berita ini? Share yuk

One thought on “Ada Apa dengan Onic Esport?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *