Kritikan Lemon, Untuk MPL Indonesia

Perjalanan MPL di Indonesia, kurang lebih sudah berjalan selama 6 musim. Sejak di helat kurang lebih 2 tahun yang lalu, MPL terus melakukan pembenahan dari sistem penyelenggaraan turnamen mereka. Dimana pada awalnya yang hanya di lobby mall dengan venue sederhana. Saat ini, MPL sudah menjelama seakan sebuah kompetisi internasional yang memiliki kelas tinggi. Dengan dihadirkannya berbagai venue megah, serta sistem penyiaran yang lebih modern. Baik dari segi platformya ataupun kualitas gambar yang diberikan.

sumber : Instagram Lemon

Akan tetapi, tetap saja, meskipun sudah berjalan 6 musim, MPL di Indonesia masih memerlukan pembaruan dan evaluasi lebih lanjut. Baik dari segi sistem penyelenggara, ataupun dari sistem yang dimiliki oleh Moonton, untuk kesuksesan berjalannya MPL ini sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu Player di MPL, Lemon, pemain dari RRQ ini memberikan sedikit kritikan dan masukannya untuk MPL di Indonesia. Lemon sendiri, adalah salah satu player RRQ, dan bisa dikatakan player paling senior di Ajang MPL. Karena sudah bermain MPL sejak di season pertama, hingga sekarang di season keenam dan masih terus konsisten.

Baca Juga :LOL Mobile Hadir, Player Mobile Legends Untung Banyak

Bug Server

Pada postingan TeamRRQ, Lemon menjelaskan bahwa server untuk turnamen pada Mobile Legends masih butuh perbaikan. Masih banyak ditemukan bug bug, yang menyebabkan ketidaknyamanan yang dialami player. Hal ini juga menjadi salah satu alasan, kenapa sering terjadu pause di saat tengah tengah sesi pertandingan.

Sepertu yang kita ketahui, server di Mobile Legends sendiri terdapat beberapa server. Seperti Server untuk di lobby, server pada saat matchmaking, server untuk bermain secara umum seperti klasik rank dan lain lain. Serta terakhir, adalah server turnamen, yang disediakan khusus untuk ajang resmi Mobile Legends seperti MPL ini. Bug pada server turnamen, memang semakin terasa pada saat dilakukan secara online. Karena tidak berlangsung secara LAN, sehingga terdapat gap ping dan perbedaan provider yang menyebabkan ping dari setiap tim bisa berbeda beda meskipun menggunakan satu server yang sama.

Gameplay

https://i.ytimg.com/vi/pOGyrqKvphc/maxresdefault.jpg
Sumber : MLBB

Tidak hanya dari segi server saja, Lemon juga memberi masukan kepada pihak MPL dan bahkan Moonton tepatnya, tekait gameplay yang ada. Seperti yang dikeluhkan oleh sang alien ini, bahwa Moonton memberikan sebuah role baru, yakni jungler. Namun, pada role ini untuk sistem mendapatkan goldnya masih tidak stabil. Berbeda dengan role role yang lain yang sudah bisa diprediksi secara terperinci, seperti apa gold yang akan mereka dapatkan. Hal detail seperti ini memang sangat penting untuk di ranah profesional, karena akan menentukan strategi pada saat bermain, yang bisa berdampak pada kekalahan ataupun kemenangan.

Selain itu, Lemon juga merasa respawn dari setiap jungle yang ada, masih tergolong lama. Sehingga sedikit menghambat untuk melakukan jungling dan mendapatkan gold tambahan.

Ngaret

Kekurangan yang ada di Indonesia, dan seakan akan menjadi sebuah budaya adalah “Ngaret”. Setiap akan melaksanakan sebuah kegiatan, pasti terdapat sebuah hal yang tidak sesuai dengan jadwal. Sehingga, kegiatan yang diagendakan selesai jauh dari target yang sudah ditentukan. Nampaknya, hal ini pula juga terjadi pada turnamen sekelas MPL. Lemon mengeluhkan masih seringnya terjadi ngaret di ajang turnamen MPL ini. Sehingga berdampak kepada banyak hal.

Memang, apabila dilihat lebih dalam, ngaret ini bisa berdampak kepada banyak hal. Kepada player, bisa meningkatkan keletihan dan juga mempengaruhi mood pada saat bertanding. Selain itu, kelelahan juga terjadi pada management dari setiap tim. Penonton pun, apaubla menunggu terlalu lama, juga akan merasakan kebosanan. Terlebih apabila dilakukan secara offline, tenaga mereka juga akan terkuras. Tidak jarang, final pertandingan Mobile Legends dilakukan hingga larut malam. Final MPL Season 6 kemarin saja, hingga menyentuh lebih dari jam 11 malam.

Baca Juga : Sebagian Konten Kreator Dilarang Bermain LOL Mobile

Memang evaluasi masih perlu terus dilakukan, untuk memperbaiki apa yang sudah ada sebelumnya. Perhelatan MPL, tidak akan pernah menyentuh kesempurnaan. Akan tetapi, MPL season sebelumnya, bisa menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran, baik untuk MPL di season depan ataupun untuk perhelatan pertandingan Mobile Legends lainnya.

Menurut kalian sendiri, apa yang perlu diperbaiki dari perhelatan MPL di Indonesia ini? Tulis di Kolom komentar ya

Suka berita ini? Share yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *