ROC E-Sports, Jagoan Mobile Legends Pulau Dewata

Kini telah mulai merata kemunculan bakat-bakat baru atlet E-Sports di Indonesia, hal ini tidak terlepas mulai banyaknya turnamen E-Sports yang mulai merambah ke daerah-daerah. Salah satu tim E-Sports yang kita angkat kali ini datang dari tempat eksotis yaitu pulau Bali. Mereka adalah ROC E-Sports. Mereka kini dikenal sebagai atlet muda E-Sports untuk game Mobile Legends: Bang Bang. Bagaimana kiprahnya sehingga mereka bisa dikenal banyak orang?

Perjuangan mereka dimulai saat menjadi pemenang turnamen Piala Presiden 2019 Regional Denpasar. ROC E-Sports ini digawangi oleh Panji “Fanjie” Setiawan, I Putu “Dantte” Sadiarta, Komang Andre “HaiPoo” Valentino Nugraha, Arif “BeeGee” Mahendra Putra, dan Edo “Kyojin” Walensyah. Mereka juga sering dijuluki sebagai tim underdog, pasalnya tim ROC E-Sports adalah tim yang tidak diunggulkan untuk menjadi juara di regional masing-masing. Namun dengan semangat dan kerjasama tim yang baik, mereka mampu melanjutkan pertarungan hingga di tingkat nasional.

https://www.instagram.com/p/BttAmz0DcbB/
Instagram ROC Esports

Dilansir dari Antara, salah satu anggota ROC, Komang Andre Valentino, mengatakan bahwa ia dan timnya sangat bangga dan senang atas pencapaian yang mereka raih di Piala Presiden E-Sport.

“Kami dari tim merasa senang dan bahagia mampu memenangkan pertandingan tersebut. Sebelumnya kami sudah melakukan pelatihan dan koordinasi dengan tim dalam menentukan permainan menghadapi lawan,” ungkapnya.

Menyadari lawan yang dihadapi cukup berat, mereka berlatih selama satu minggu penuh dengan durasi latihan 4 hingga 8 jam per hari. Andre juga menegaskan bahwa fokus sangat diperlukan dan juga persiapan strategi yang matang. Hasil dari perjuangan mereka pun tak sia-sia. ROC E-Sports sukses mengalahkan KTx E-Sports.

Usut punya usut, ternyata ROC Esports terbentuk dari komunitas Mobile Legends di Bali. Para anggota ROC sebelumnya berbeda tim. Namun saat mengikuti turnamen offline, mereka jadi saling kenal dan memutuskan untuk mengadu nasib di Piala Presiden 2019. Sebelum mereka benar-benar terjun menjadi atlet game Mobile Legends, mereka mengenal game Dota 2 terlebih dahulu. Kedua game tersebut sama-sama genre MOBA. Namun, mereka lebih memilih Mobile Legends karena hanya memerlukan smartphone saja. Selain itu, kancah E-Sports Dota 2 juga terbilang sangat ketat.

Dengan hadirnya ROC E-Sports menuai prestasi yang cukup bergengsi, jadi mendorong potensi terpendam di ranah E-Sports skena regional, khususnya di Bali. Hal ini juga sedikit demi sedikit melawan stigma buruk mengenai game online di mata orang tua.

Baca juga: Starlest Esports, Tim Asal Makassar Yang Berawal Dari ‘Musuhan’

Di kategori penyisihan nasional, ROC E-Sports beradu laga kala bertemu tim E-Sports jawara di tingkat nasional. Diantaranya ONIC, Aerowolf, PSG. RRQ, AlterEgo, ada juga Louvre Juggernaut, Capcorn, SFI Critical, EVOS. Sementara juara-juara dari regional terdiri dari Professional E-Sports (Palembang), Revo (Surabaya), Starlest (Makassar). Kemudian Star8 (Manado), Nazone Gaming (Solo), Cupu (Pontianak), dan Humble (Bekasi). Sebagai informasi, tim ONIC yang berhasil keluar menjadi juara dalam turnamen ini.

Walau demikian, para pemain ROC E-Sports tetap menginspirasi teman-teman gamers di Bali. Nah, bagaimana menurut kamu mengenai kiprah tim ROC E-Sports dan tim-tim lain di regionalmu yang mulai berbicara di tingkat nasional?

Suka berita ini? Share yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *