Tim Ini Berpotensi Repotkan BTR RA di Indonesia

Banyak para player PUBG Mobile di Indonesia yang mengidolakan tim Bigetron sebagai gacoan mereka, baik di ajang PMWL ataupun PMPL kali in. Melihat prestasi BTR yang memang juga sangat mengesankan, Luxxy dan kawan kawan yang sukses mengemas kemenangan di PMPL Season 1, masih ditambah dengan menjuarai dunia lewat ajang PMWL. Plus masih ditambah ada anggota Ladies Playernya yang cantik, tidak lain BTR Alice.

Namun dibalik semua itu, secara gameplay ada tim yang sampai saat ini mampu membayang-bayangi tim Bigetron. Yaps, tim tersebut adalah tim penuh potensi di PMPL, yakni ION Esports.

Bagi beberapa orang yang masih baru terjun di dunia turnamen PUBG Mobile di Indonesia, belum begitu familiar tim ION Esports. Terlebih bagi netizen yang juga mungkin mengikuti ajang turnamen game sebelah, MPL, tidak begitu mengenal ION Esports. Karena tim ini tidak ikut serta pada ajang turnamen Mobile Legends Premiere League. Bagi kalian yang mungkin sudah mengetahui kemampuan ION Esports, mari kita coba membahas lebih dalam tim Esports satu ini.

Sepertii dilansir dari indoesports, tim di divisi PUBG dari ION Esports baru terbentuk pada bulan Mei 2020. ION Esports sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2019, dimana pada tahun tersebut memang Esports sedang naik naiknya, tidak hanya di Indonesia, namun pada ajang internasional turnamen Esports melalui Mobile sudah mulai gencar dilaksanakan. Pada 2019 ION Esport masih belum menemukan kestabilan didalam timnya, masih banyak pemain yang keluar masuk di tim ini. Hingga pada Mei 2020, sebelum ajang turnamen PINC 2020 ION mengumumkan Roaster mereka yang sudah Fix, dan akan langsung diterjunkan dalam ajang PINC di bulan Mei 2020.

Sebelumnya para pemain ION Esports ialah para pemain dari divisi PUBG lapis kedua di Bigetron, dengan nama BTR ION, yang bersanding dengan BTR Red Aliens sebagai lapis pertama divisi PUBG tim Bigetron. Namun layaknya tim pelapis, para pemain tim BTR ION pun tidak memiliki ruang lebih untuk menunjukkan skill mereka, karena terkena “embel-embel” lapis kedua. Pada tahun 2019, dengan dasar perbedaan performa yang berbeda dengan apa yang diharapkan, BTR ION akhirnya dibubarkan. Banyak juga publik yang mempertanyakan akan kelanjutan dari para pemainnya.

Namun, dengan dilepasnya BTR ION, para pemainnya yang lama justru mendapatkan ruang yang lebih untuk dapat meningkatkan dan menunjukkan kapasitasnya. Sehingga pada awal tahun 2020 mereka kembali,  dan membuat tim baru dengan nama yang tidak jauh berbeda ION Esports. Divisi PUBG tim ini, berisikan Albar Fahreza (Hijrah) sebagai Team Leader, Eksarachman Jayanto (RedFaceN) sebagai Scout, Leander Deusfiel (Liquid) sebagai Sniper, serta terakhir Jerry Asyahry (Jerrsy) sebagai Rusher.

ION Esports sendiri, hanya memiliki waktu 2 bulan sebelum PINC dihelat untuk kembali membangun chemistry antar anggota tim mereka, yang mungkin sudah lama tidak bermain bersama. Terlepas dari pribadi mereka masing masing yang sudah memiliki mental turnamen, dari berbagai ajang yang sudah mereka ikuti secara pribadi. Karena mental turnamen ini tidak kalah penting, dari skill individu dan teamwork bagi masing masing tim.

Sumber : Dailyspin

Di ajang PINC 2020, ION Esports berhasil lolos dari babak kualifikasi dan masuk ke Grand Final. Lawan mereka bukanlah sembarangan, karena terdapat tim esports yang mungkin sudah awam di telinga kita, seperti EVOS Esports yang juga menjadi Juara Bertahan di ajang PINC 2019. Dari 14 Ronde yang ada, Hijrah dkk tampil secara konsisten dan mengamankan 2 kali WWCD. Pada akhir Ronde 14, ION Esports mampu mengandalkan “Jersy” sebagai Last Man Standing dari tersisa 8 tim, hingga mampu bertahan di peringkat 2. Dari hasil tersebut, Hijrah dkk mampu mengukuhkan posisi mereka di peringkat 1 Leaderboards dengan 200 Poin, hanya berbeda 5 Poin saja dari Evos Esports di Peringkat ke 2.

Untuk saat ini, ION bertahan di peringkat ke 2 Leaderboards sementara di ajang PMPL ID S2. Membayang-bayangi BTR RA di peringkat 1 dengan perbedaan 22 Poin di Week 1 ini. Cukup menarik untuk melihat perkembangan ION dalam bertarung dengan “Mantan” tim mereka, Bigetron Red Aliens. Tidak menutup kemungkinan, Hijrah dapat mengambil tahta Bigetron sebagai juara bertahan di ajang PMPL Indonesia di season ini.

Suka berita ini? Share yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *